Kirim brief

Untuk agency Tim Pitkru 2 menit baca

Cara agency menjual website ke klien tanpa punya tim web

Klien minta website, tapi agency Anda tidak punya developer. Lima langkah menjual website dengan nama agency sendiri: dari menangkap permintaan sampai pendapatan bulanan.

Agency bisa menjual website tanpa tim web dengan memakai partner white-label: agency memegang klien, strategi, dan harga, partner mengerjakan proposal, build, dan revisi atas nama agency. Lima langkah di bawah ini berlaku untuk agency branding, SEO, iklan, maupun event.

1. Jangan tolak permintaan website

Klien yang minta website dan ditolak akan mencari vendor lain. Vendor itu bisa saja juga menawarkan layanan yang selama ini dikerjakan agency Anda. Lebih aman menjawab "bisa" dan mencari partner yang mengerjakannya di belakang layar.

2. Minta brief yang lengkap

Proposal yang lambat biasanya karena brief-nya kurang. Minta klien mengisi hal-hal dasar: tujuan website, halaman yang dibutuhkan, konten yang sudah ada, brand guidelines, contoh website yang disukai, dan target live. Daftar lengkapnya ada di checklist brief website.

3. Kirim proposal selagi klien masih hangat

Klien yang menunggu proposal berhari-hari mulai membandingkan dengan vendor lain. Pilih partner yang bisa mengirim proposal atas nama agency dengan cepat, lengkap dengan arah desain, scope, dan jadwal, supaya Anda tinggal memasang harga dan mengirimnya.

4. Pasang harga dari nilai, bukan dari jam kerja

Harga jual Anda menutup dua hal: biaya partner, dan kerja agency sendiri, yaitu memegang klien, strategi, konten, dan koordinasi. Agency yang paling banyak mengurus klien wajar memasang margin paling besar. Partner tidak perlu tahu harga jual Anda.

Tambahan yang bisa ditawarkan ke klien:

  • Versi bahasa kedua, misalnya Inggris.
  • Copywriting untuk semua halaman.
  • Foto dan video produk.
  • Toko online, kalau klien menjual produk.

5. Ubah proyek jadi pendapatan bulanan

Setelah website live, tawarkan paket perawatan bulanan: perubahan isi, perbaikan, dan bantuan. Dengan partner yang menyediakan paket bulanan, Anda bisa menjualnya ulang dengan harga Anda sendiri, sehingga satu proyek website menjadi pendapatan rutin.

Yang perlu dijaga

  • Aturan revisi tertulis di awal. Klien perlu tahu apa yang termasuk revisi dan apa yang dihitung fitur baru. Lihat change request tanpa tagihan.
  • Kontrak tidak saling ambil klien dengan partner.
  • Domain atas nama klien, supaya hubungan tetap sehat kalau suatu hari klien pindah.

Pitkru mengerjakan bagian partner itu: proposal atas nama agency maksimal 1 hari kerja, demo maksimal 3 hari kerja setelah scope disepakati, dan revisi tanpa batas di dalam scope. Proposal pertama gratis. Kirim brief.

Tanya jawab

Berapa margin yang wajar untuk agency?

Tidak ada angka baku. Patokannya: harga jual menutup biaya partner ditambah kerja agency sendiri, yaitu memegang klien, strategi, dan konten. Agency yang paling sibuk mengurus klien biasanya memasang margin paling besar.

Bagaimana kalau klien minta revisi terus?

Pilih partner yang aturan revisinya jelas sebelum proyek mulai: apa yang termasuk, kapan dikerjakan, dan sampai kapan. Dengan begitu agency tidak perlu nego ulang tiap kali klien minta perubahan.

Apakah agency perlu paham teknis website?

Cukup paham kebutuhan klien dan bisa membaca proposal. Detail teknis seperti hosting, CMS, kecepatan, dan keamanan menjadi tanggung jawab partner.

Chat WhatsApp